Asal Usul
Ragawacana
DESA Ragawacana
termasuk salah satu desa di wilayah Kecamatan Karamatmulya, Kabupaten Kuningan.
Mengapa disebut Desa Ragawacana? Tentu saja tidak terlepas dari cerita masa
lalu, karena desa ini mempunyai riwayat tersendiri bahwa nama Ragawacana
berasal dari dua kata yakni Raga dan Wacana.Raga artinya badan atau tubuh (awak:Sunda), wacana mengandung arti cerita . Makna kata tersebut, diambil dari cerita atau legenda tentang berdirinya Desa Ragawacana.
Menurut cerita masyarakat setempat, Desa Ragawacana dulunya merupakan satu perkampungan dengan nama Pidara atau Bale Are, yang pada saat itu belum mempunyai struktur pemerintahan dan masyarakatnya pun masih memeluk agama Hindu.
Konon diperkirakan pada bulan Maulud tahun 1500 M, ada rombongan yang dipimpin Ki Gedeng Cigugur melewati perkampungan tersebut dengan menggunakan kereta kuda.
Rombongan itu bermaksud untuk mengikuti suatu acara yang diselenggarakan para wali di Gunungjati (
Sementara, salah seorang pengawal rombongan melanjutkan perjalanan menuju
Dengan adanya kabar tersebut, Sunan Gunungjati memerintahkan kepada utusannya untuk mengganti nama perkampungan Bale Are menjadi Desa Ragawacana. Dan saat itu pula mengumumkannya dalam persidangan. (KM-03)*
Riwayat
Singkat Balong Kangungan Dan situs Cagar Budaya Ragawacana
Balong
Karamat Ragawacana atau disebut juga Balong Kagungan merupakan satu dari sekian
balong kramat yang ada di Kaupaten Kuninga, mengenai sejarah atau riwayat
adanya balong kagungan tersebut tidak ada yang tahu persis karena minimnya
informasi tentang Balong Kagungan. Namun dari sekian informasi yang diperoleh
ada sedikit yang cukup mengarah kepada kebenaran tentang keberadaan Balong
Kramat/Balong Kagungan.
Riwayat keberadaan Balong Kagungan tidak bisa dipisahkan dari riwayat terbentuknya atau keberadaan kolam-kolam kramat yang ada di Kabupaten Kuningan terutama Kolam Kramat yang didalmnya hidup Ikan-Ikan Dewa karena menurut cerita / legenda bahwa kolam-kolam itu dibuat oleh satu orang yang mempunyai ilmu tinggi dan dalam waktu yang bersamaan (satu malam).
Kolam-kolam kramat itu adalah :
Balong Darmaloka yang berada di Desa Darma Kec. Darma
Balong Cigugur yang berada di Desa Cigugur Kec. Cigugur
Balong Kagungan yang berada di Desa Ragawacana Kec. Kramatmulya
Balong Ciulan yang berada di desa Maniskidul Kec. Jalaksana
Balong Pasawahan yang berada di Desa Pasawahan Kec. Pasawahan
Balong Linggarjati yang berada di Desa Linggarjati Kec. Cilimus
Balong Cibuntu yang berada di Desa Cibuntu Kec. Mandirancan
Di Ketujuh balong tersebut hidup sejenis Ikan mas yang warnanya keputih-putihan disebut juga oleh masyarakat adalah Ikan Dewa, karena ikan-ikan tersebut terbentuk / tercipta dari tulang belulang (karena ikan mas sisa makan dari si pemuat balong tersebut) yaitu Sunan Geseng atau Syeh Rama Haji Irengan yang merasa lelah setelah memuat balong tersebut, dan dengan izin Allah kerangka ikan kemali hidup layaknya ikan-ikan biasa yang sekarang lebih dikenal dengan sebutan Ikan Dewa.
Situs Balongan Kagungan terletak di Desa Ragawacana Kec. Kramatmulya, situs tersebut terletak di sebelah barat perkampungan penduduk dengan luas ±4.550 m2 berada dibawah pohon-pohon yang besar dan semak-semak, disampingnya terdapat kolam ikan yang ikannya dikeramatkan (ikan Dewa) karena danya mata air.
Pada Situs Balong Kagungan pernah ada bangunan kecil dengan kayu yang terukir, sebagian masih ada disamping masjid Desa Ragawacana.
Situs Balong Kagungan hasil penelitian Arkeologi benda cagar budaya yang ada di bawah pohon yang besar adalah peninggalan dari masa tradisi Megalitikum, masa pra sejarah berupa :
Batu Meja (Dolmen) yang mengarah Timur Barat dengan ukuran 2 x 1 x 40 cm
Batu Tegak (Menhir) terletak disebelah batu meja
Batu Dakon (Batu berlubang lebih dari satu) berdekatan dengan batu meja
Pragmen Area dari terakota (tanah liat)
Situs Balong Kagungan kesemuanya merupakan benda cagar budaya yang dilindungi dan dipelihara.
SITUS CIKANCANA
Riwayat keberadaan Balong Kagungan tidak bisa dipisahkan dari riwayat terbentuknya atau keberadaan kolam-kolam kramat yang ada di Kabupaten Kuningan terutama Kolam Kramat yang didalmnya hidup Ikan-Ikan Dewa karena menurut cerita / legenda bahwa kolam-kolam itu dibuat oleh satu orang yang mempunyai ilmu tinggi dan dalam waktu yang bersamaan (satu malam).
Kolam-kolam kramat itu adalah :
Balong Darmaloka yang berada di Desa Darma Kec. Darma
Balong Cigugur yang berada di Desa Cigugur Kec. Cigugur
Balong Kagungan yang berada di Desa Ragawacana Kec. Kramatmulya
Balong Ciulan yang berada di desa Maniskidul Kec. Jalaksana
Balong Pasawahan yang berada di Desa Pasawahan Kec. Pasawahan
Balong Linggarjati yang berada di Desa Linggarjati Kec. Cilimus
Balong Cibuntu yang berada di Desa Cibuntu Kec. Mandirancan
Di Ketujuh balong tersebut hidup sejenis Ikan mas yang warnanya keputih-putihan disebut juga oleh masyarakat adalah Ikan Dewa, karena ikan-ikan tersebut terbentuk / tercipta dari tulang belulang (karena ikan mas sisa makan dari si pemuat balong tersebut) yaitu Sunan Geseng atau Syeh Rama Haji Irengan yang merasa lelah setelah memuat balong tersebut, dan dengan izin Allah kerangka ikan kemali hidup layaknya ikan-ikan biasa yang sekarang lebih dikenal dengan sebutan Ikan Dewa.
Situs Balongan Kagungan terletak di Desa Ragawacana Kec. Kramatmulya, situs tersebut terletak di sebelah barat perkampungan penduduk dengan luas ±4.550 m2 berada dibawah pohon-pohon yang besar dan semak-semak, disampingnya terdapat kolam ikan yang ikannya dikeramatkan (ikan Dewa) karena danya mata air.
Pada Situs Balong Kagungan pernah ada bangunan kecil dengan kayu yang terukir, sebagian masih ada disamping masjid Desa Ragawacana.
Situs Balong Kagungan hasil penelitian Arkeologi benda cagar budaya yang ada di bawah pohon yang besar adalah peninggalan dari masa tradisi Megalitikum, masa pra sejarah berupa :
Batu Meja (Dolmen) yang mengarah Timur Barat dengan ukuran 2 x 1 x 40 cm
Batu Tegak (Menhir) terletak disebelah batu meja
Batu Dakon (Batu berlubang lebih dari satu) berdekatan dengan batu meja
Pragmen Area dari terakota (tanah liat)
Situs Balong Kagungan kesemuanya merupakan benda cagar budaya yang dilindungi dan dipelihara.
SITUS CIKANCANA
Situs Cikancana terletak di Desa Ragawacana Kec. Kramatmulya situs tersebut terletak di perkampungan masyarakat dan luasnya tidak begitu luas ± 20 m2 tepatnya dipinggir kolam dan dibelakang mushola. Situs Cikancana terletak pula disebelah timur dari situs Balong Kagungan dan masih berkaitan dengan Situs Balong Kagungan .
Pada Situs Balong Kagungan terdapat data peninggalna Arkeologi dari masa tradisi Megalitikum (pra sejarah) yang berkaitan dengan pemujaan akan roh nenek moyangnya berupa :
Menhir (Batu Tegak) yang terdiri dibelakang mushola dan diawah pohon
Batu Lumpang terletak di pinggir kolam dalam keadaan utuh
Berikut Kuncen / Juru Pelihara yang pernah memelihara Situs Cagar Budaya Ragawacana :
Bapak Kresna
Bapak Sura Saman
Bapak Madhalim
Bapak Sanusi
Bapak Sudiana sampai sekarang
Di Desa Ragawacana Kec. Kramatmulya terdiri dua situs peninggalan kepurbakalaan yaitu Situs Balong Kagungan dan Situs Cikancana, benda cagar budaya tersebut dilindungi dan dipelihara.
Keterangan :
Balong Kagungan dikelola oleh Pemerintah Desa Ragawacana beralamat di Dusun Puhun Rt. 07 Rw. 02 Desa Ragawacana Kec. Kramatmulya Kab. Kuningan Jawa Barat.
Fasilitas :
Belum ada fasilitas apapun seagai daya tarik obyek wisata.
Pesawahan

Ikan Dewa di Balong Kagung
